Sabtu, 27 Maret 2010

Solusi Alternatif Pengisian Ponsel


Di antara solusi energi hijau diharapkan ada yang segera memasuki pasaran. Yang menarik di antaranya adalah Pembangkit Energi Personal nPower (nPower Personal Energy Generator atau PEG). Peralatan pengisi ponsel dan peralatan genggam lainnya yang menggunakan energi yang dihasilkan oleh penggunanya sendiri.

PEG menggunakan gerakan berjalan naik-turun untuk menghasilkan energi dan dapat mengisi peralatan mobile dengan batas waktu yang sama dengan pengisi yang biasa dicolokkan pada dinding, menurut Tremont Electric, perusahaan yang mengeluarkan produk tersebut. Kira-kira dibutuhkan rata-rata sejam bagi peralatan untuk mencapai 80 persen pengisian.

Setiap pengguna perlu menempatkan PEG 9 inchi di ransel punggungnya, koper atau tas jinjing, dan PEG akan mulai menghimpun energi. Pengguna juga dapat mengikatkannya pada pinggang ketika mereka sedang joging.

Teknologi nPower mencakup lebih dari sekedar energi ponsel. Perusahaan yang mendukungnya sedang berharap untuk merevolusionerkan cara menghasilkan energi seperti itu di tahun-tahun mendatang. Tremont Electric adalah salah satu perusahaan lebih besar yang membelakangi Konversi Energi Gelombang yang dapat menghasilkan energi dengan memanfaatkan gerakan gelombang di lautan.
Ditenagai air

Meskipun sebagian besar telah gagal di radar, pada 2008 Samsung telah menciptakan ponsel yang baterainya dijalankan dengan air. Ponsel itu bekerja dengan menghasilkan gas hidrogen yang bereaksi dengan oksigen di udara untuk menghasilkan listrik.

Yang menarik dari telepon itu adalah bahwa ia hanya dijalankan dengan air dan tidak membutuhkan metanol. Setiap pengisian juga mampu bertahan sampai 10 jam.

Telepon itu diharapkan dapat memasuki pasar pada 2010, namun masih dalam daftar tunggu.

Ada beberapa alternatif pengisian lain yang patut diperhatikan. Meskipun bukan benar-benar solusi hijau, tetapi Powermat masih merupakan konsep yang menarik untuk mengisi peralatan mobile.

Sekarang ini melalui Powermat USA sudah tersedia Powermat yang tipis, permukaannya tanpa kabel dan dapat mengisi peralatan mobile yang diletakkan di atasnya. Powermat dapat mengisi hampir semua peralatan mobile, mulai dari ponsel sampai laptop.

Agar mat (tatakan) bekerja, pengguna masih perlu mengganti baterainya dengan baterai yang dibuat oleh Powermat, atau mereka dapat menggunakan Powercube yang dikemas bersama Powermat. Hanya saja di bagian bawahnya pengguna perlu menancapkan Powercube ini ke dalam peralatan mereka, meski agak kurang sesuai dengan konsep pengisian “wireless” (tanpa kabel) tersebut.

GM Rancang Mobil yang Mampu Berjalan Sendiri



VIVAnews - General Motor mengumumkan konsep kendaraan masa depan beroda dua yang dapat berjalan secara otomatis, tanpa perlu dikendarai pengemudinya secara manual.

Mobil yang diberi nama EN-V (kependekan dari Electric Networked-Vehicle) itu, dirancang untuk mengantisipasi kondisi masa depan, sebagai solusi bagi masalah lingkungan, kepadatan jalan raya, serta kecelakaan lalu lintas.

Ini didasarkan pada proyeksi GM di 2030, di mana sekitar 60 persen dari 8 miliar penduduk saat itu tinggal di wilayah urban, sehingga sangat membebani infrastruktur transportasi publik.

"EN-V adalah perpaduan dari elektrifikasi dan konektivitas, yang menyediakan solusi bagi mobilitas urban, karena menawarkan pengalaman berkendara bebas bensin dan emisi, bebas kepadatan dan kecelakan lalu lintas, sekaligus menyediakan kesenangan dan gaya," ujar Kevin Wale, President GM China, seperti dikutip dari Computerworld.

Mobil konsep yang dikerjakan oleh GM bekerja sama dengan Shanghai Industry Corporation Group (SAIC) itu dibangun berdasarkan platform purwa rupa yang dikembangkan oleh Segway, sebuah perusahaan yang mengembangkan kendaraan listrik roda dua yang cukup populer di Amerika Serikat

EN-V adalah kendaraan yang mampu dikemudikan secara manual maupun dioperasikan secara otomatis (drive-by-wire). Kendaraan mungil yang ukurannya sekitar sepertiga kendaraan tradisional itu dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS), teknologi komunikasi antar-kendaraan, serta teknologi sensor jarak.

Kendaraan ini juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, dengan kemampuannya secara otomatis untuk memilih rute tercepat tujuan berdasarkan informasi kepadatan jalan raya yang real-time.

Dengan sensor dan sistem kamera yang dimilikinya, EN-V diklaim dapat memetakan keadaan sekitar dan mampu bereaksi secara cepat untuk mengatasi berbagai rintangan atau perubahan kondisi yang sedang terjadi.

Misalnya saja, bila ada seorang pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang di depan kendaraan, EN-V langsung mengurangi kecepatan ke kondisi yang lebih aman, bahkan mampu berhenti lebih awal dibandingkan dengan kendaraan yang ada saat ini. Ini membuatnya penumpang kendaraan bisa lebih aman dari kecelakaan.

Mobil konsep ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi nirkabel sehingga penumpang kendaraan bisa berkomunikasi dengan teman-teman mereka melalui jejaring sosial, selama di perjalanan.

EN-V, mobil konsep besutan GM


Kendaraan seberat sekitar 500 kg ini ditenagai oleh motor listrik yang mampu mengangkut dua orang penumpang dan bagasi ringan. Seperti halnya ponsel, tenaganya dipasok oleh baterai lithium-ion, sehingga sama sekali tak mengeluarkan emisi.

Untuk mengisi kembali baterai, pemilik mobil cukup menghubungkan EN-V ke colokan listrik standar seperti yang ada di setiap rumah. Setiap saat baterai diisi penuh, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer.

Tiga model dari mobil EN-V; yakni EN-V Pride, EN-V Magic, dan EN-V Laugh, akan dipamerkan di Shanghai World Expo 2010, antara 1 Mei-31 Oktober 2010.

Sebelum ini, GM sendiri telah mengembangkan kendaraan yang bisa mengemudikan diri secara otomatis (autonomous vehicle), bersama mahasiswa Universitas Carnegie Mellon AS Pittsburgh yang menghasilkan kendaraan Chevrolet Tahoe alias 'The Boss' pada 2007.
• VIVAnews

Kamis, 25 Maret 2010

Samsung Galaxy Spica, Ponselnya Kolektor Film


Jakarta - Bagi beberapa orang, menonton film dari ponsel merupakan keasyikan tersendiri. Terkait hal ini, Samsung telah mengeluarkan Android pertamanya yang pasti telah dinanti para kolektor DivX.

DivX atau Xvid untuk versi gratisnya adalah video codec yang dapat mengkompresi ukuran file video menjadi kecil, namun kualitasnya relatif baik. Karena digunakan untuk membuat salinan DVD berhakcipta, DivX pun menjadi kontroversial. Alhasil kini banyak pemburu DivX berkeliaran untuk mengoleksi film.

Sejalan dengan ini, Indosat telah mengeluarkan paket ponsel Android milik Samsung, bernama Galaxy Spica. Tak seperti ponsel Android Indosat lainnya, Galaxy Spica hadir dengan sebuah player DivX di dalamnya.

Berdasar pantauan detikINET, Rabu (3/3/2010), Samsung Galaxy Spica ini mampu memainkan file DivX ataupun Xvid dengan resolusi maksimum 720x480. Dengan AMOLED screen yang diusungnya, menonton film dari ponsel Android ini bakal menjadi lebih 'sejuk' di mata.

Sementara untuk kualitas suara, Samsung menyediakan audio jack sebesar 3.5 mm. Hal ini memungkinakan pengguna memasang speaker out/headset yang lebih variatif.

Dari sisi memori ponsel, Galaxy Spica hanya memiliki kapasitas internal sebesar 180 MB. Namun untuk eksternalnya (microSD), ponsel ini mampu menyimpan file hingga 32 GB. Sebagai informasi, film Transformers: Revenge of the Fallen berjenis DivX memiliki ukuran 1,46 GB.

Spesifikasi Produk:

- Kecepatan CPU 800MHz
- Baterai 1500mAh
- Jejaring Sosial : Facebook, Flickr, Myspace
- Konektivitas : Bluetooth, Wifi, USB, Switches
- Multimedia : 200MB + MicroSD (up to 32GB), 3MP AF Camera, Media Player – MP3, DivX, WMV
- Android Market
- Kompas Digital & Google Maps
- Email Messaging
- Harga normal/pre-order (Android Indosat): Rp. 3.499.000 / Rp. 2.999.000

( fw / faw )

Jumat, 19 Maret 2010

Senin, 01 Maret 2010

codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=8,0,0,0"
width="400" height="46" id="TextSpace">






LCD Text Generator at TextSpace.net
 

Design By:
SkinCorner